Tuesday, May 12, 2009

Parodi Ancaman Flu Babi

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Photobucket

Terbang dari markas babi. Hollywood suka sekuel. Film pemenang 5 Oscar produksi tahun 1975, One Flew Over the Cuckoo's Nest, akan dilanjutkan sekuelnya tahun ini. Dalam film yang berasal dari novelnya Ken Kesey itu, sang tokoh, R.P. McMurphy, yang diperani secara gemilang oleh Jack Nicholson dijebloskan ke dalam rumah sakit jiwa. Ia lalu memimpin pemberontakan atas perlakuan aparat yang sangat otoriter, terutama diwakili sosok perawat yang dingin, disiplin kaku sekaligus kejam, Mildred Ratched, yang diperani oleh Louise Fletcher.

Dalam film sekuelnya ini, sesuai dengan kehebohan dunia saat ini, McMurphy dikisahkan dijebak kelompok mafia obat bius. Lalu dibuang sehingga terperangkap di tengah peternakan babi di Meksiko yang luasnya separo negara tersebut. Tanpa dibekali masker sama sekali. Seluruh antibodi tubuhnya juga telah disterilkan oleh drug lord asal Meksiko yang ternyata memiliki kerja sama rahasia dengan tokoh militer misterius di Gedung Putih.

Kali ini tokoh McMurphy diperani oleh aktor Kevin Bacon. Sebagai bintang tamu dan penyelamat jiwanya adalah babi seksi, Miss Piggy. Ia babi yang membelot. Dengan bantuan Superman, E.T. dan Transformers, McMurphy berhasil “menerbangkan” semua babi-babi hitam itu.

Semua babi-babi jahat, baik babi yang terkena virus H1N1 mau pun babi-babi jahat yang berdasi, ke suatu tempat dimana mereka tak lagi menjadi ancaman bagi kemanusiaan. Ke tempat galaksi yang terjauh, to boldly go where no pigs farm has gone before.

Semua mereka itu dibekali ribuan novel Animal Farm (1945) karya George Orwell, agar mereka mendirikan sendiri negara otoriter yang tidak mengancam naluri kebebasan pada umat manusia.

Anak-anak pencinta kartun, agak kecewa. Sebab sahabat Miss Piggy, yaitu Kermit si Katak Hijau, memutuskan tak bisa ikut. Kermit takut ketularan flu babi dari Miss Piggy. Judul film terbaru dan heboh tersebut adalah : Swine Flew Over The Cuckoo’s Nest.

Bersahabat dengan alkohol. Agar terhindar dari penularan flu, sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan sabun. Pemakaian pembersih berbasis alkohol juga dianjurkan. Bahkan pencinta alkohol seluruh dunia yang sangat antusias memerangi ancaman penularan flu babi, menyambut anjuran kedua itu dengan melakukan kampanye yang agresif.

Demi membentengi diri secara komprehensif, baik dari luar dan dalam dari ancaman virus flu babi, mereka mengampanyekan tip kesehatan di atas ke seluruh dunia. Anda tertarik ?

Flu burung,flu babi. Zoonosis, atau penyakit ternak yang utamanya berdarah panas, semakin sering terdengar melompat untuk menjangkiti manusia. Para pakar kesehatan menyebutkan, salah satu penyebabnya adalah ketidakfahaman dan ketidakacuhan manusia terhadap perilaku naluriah hewan-hewan di sekitarnya.

Sekedar contoh kecil : pembetonan area kampung atau sekitar rumah mereka. Lingkungan memang nampak bersih, tak ada tanah terlihat. Selain mengakibatkan air tidak lagi meresap ke tanah, juga mengakibatkan kucing tidak dapat membuang kotorannya sesuai naluri mereka.

Kita tahu, kucing senantiasa membuat cerukan di tanah untuk mengubur kotorannya. Ketika semua tanah jadi beton, kotoran kucing tertebar dimana-mana. Ia lalu jadi ancaman bagi manusia, yang kita kenal sebagai tokso, yang bila menyerang wanita hamil akan menyebabkan keguguran.

Tetapi ngomong-ngomong : bagaimana kalau virus flu burung dan virus flu babi menjadi satu dan menjangkiti Anda ? Barangkali Anda akan melihat babi terbang.


Tips kesehatan untuk Anda. Agar terhindar dari terpaan virus flu babi, jangan sekali-kali Anda berurusan dengan babi. Syukurlah, apabila Anda bukan peternak babi, bukan birokrat bawahan, dan pada pemilu legislatif lalu juga lebih suka memilih golput.

Masker untuk Mexico. Negara yang menjadi episentrum penularan virus flu babi, Mexico, konon telah meminta bantuan pasok masker ke Indonesia untuk mengatasi penyebaran virus flu babi di negaranya. Indonesia menyatakan siap, bahkan bersedia memasok semua stok masker yang dimiliki Indonesia. Indonesia menyatakan berpengalaman terkait dengan sarana tersebut.

Berpengalaman untuk tidak bertumpu dengannya. Karena tanpa masker pun, selama 32 tahun masa reperesif pemerintahan Suharto dan Orde Baru, rakyat Indonesia membuka mulut pun juga tidak mampu.

Lelucon Jay Leno 1 : Selamat menikmati liburan musim panas. Saya tidak tahu akan pergi kemana. Yang pasti saya terjepit untuk memilih liburan antara naik kapal pesiar dekat pantai Somalia atau mengunjungi peternakan babi di Meksiko.

Lelucon Jay Leno 2 : Setelah sapi gila, ada flu burung, dan kini flu babi. Apakah kita harus mencek horoskop Cina agar kita tahu ancaman jenis flu lain berikutnya ? (BH).


[Sumber rujukan : Swine Flu Jokes : http://jokesfunny.wordpress.com/2009/04/27/swine-flu-jokes/].

Tuesday, March 24, 2009

Facebook, Lumpur Lapindo dan Politikus Kita 2009

Facebook, Lumpur Lapindo dan Politikus Kita 2009

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humor liner (at) yahoo.com


Dibawah karpet. Pernah nonton film An Inconvenient Truth (2006)-nya Al Gore ? Karena ancaman pemanasan global yang membuat antara lain permukaan air laut naik, maka ia memprediksikan akan ada ratusan jutaan pengungsi di negeri sendiri karena bencana lingkungan. "It is now clear that we face a deepening global climate crisis that requires us to act boldly, quickly, and wisely," kata Al Gore.

Gambaran Al Gore mengenai pengungsi akibat bencana lingkungan itu sebenarnya sudah terjadi. Contohnya jelas di depan mata kita. Di Porong, Sidoarjo, akibat luapan lumpur panas Lapindo. Radio BBC (23/3) mewartakan betapa para korban lumpur panas itu di mata penguasa kita sekarang ini seolah hanya sebagai kotoran yang terus disapu ke bawah karpet.

Tidak seperti anjuran Gore agar masalah segenting itu diselesaikan secara berani, cepat dan bijaksana, malah semua orang kini ramai-ramai cuci tangan. Nasib mereka tak dihiraukan. Termasuk, tidak adanya para caleg lokal atau nasional yang berani berkampanye di sana saat ini.

Gitu saja kok repot ? Bagaimana para capres dan politisi kita dalam menyikapi hal yang sama ? Ini kira-kira bunyi “status” dalam facebook mereka :

Megawati : ke Jawa Timur fokus saya hanya ke Blitar.Biasalah, untuk nyekar. Merdeka !
SBY : me too, tapi ke Pacitan, juga untuk nyekar.
Jusuf Kalla : di Porong sudah banyak bloggernya belum ? Juga yang memiliki Blackberry ? Kalau sudah banyak, saya pasti akan ke sana.
Wiranto : saya sih hanya ke Malang, seperti saat peristiwa 12-13 Mei 1998.
Prabowo : saya kuatir ada manipulasi dan penggelembungan DPT di Porong itu, seperti terjadi di Madura saat Pilgub lalu.
Aburizal Bakrie : kalau Prabowo benar, makin berat beban perusahaan saya untuk bayar ganti rugi bagi mereka. Maaf, belum bisa ke Porong. Saya lagi sibuk berusaha menghapus angka “666” dalam foto saya di Tempo.
Gus Dur : kalau dugaan Mas Bowo benar, ya ga usah kuatirlah. Warga Porong kan akan ikut saya ? Ramai-ramai jadi golput. Gitu saja kok repot ?


Wonogiri, 25/3/2009

ke

Sumber foto : http://daus1975.files.wordpress.com/2008/11/korban-lumpur-lapindo.jpg

Kandidat Hadiah Nobel Kedokteran 2009 Dari Indonesia

Oleh : Bambang haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com

Heboh baru. Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia dikabarkan telah mendaftar nama tokoh asal Indonesia yang akan ikut dinominasikan sebegai penerima Hadiah Nobel Kedokteran 2009.

Tokoh itu bernama : Ponari.

Sementara itu pelbagai partai besar sedang berusaha membuat akte kelahiran baru bagi Ponari sehingga ia bisa ikut kampanye secara legal , baik untuk pemilu caleg atau pun pemilu presiden kelak.

Terobosan teknologi. Inilah kedahsyatan media massa. Memicu ide produk baru. Karena sering melihat liputan media massa yang memajang foto Ponari sedang asyik memegang telepon genggam, maka Research In Motion (RIM), perusahaan pembuat telepon genggam canggih Blackberry di Kanada, kini bekerja keras membuat telepon genggam generasi baru super canggih khusus untuk Ponari.

Melalui telepon itu Ponari bisa menyembuhkan segala penyakit kliennya. Jadi ia mampu mendemokratisasikan layanannya, ke seluruh dunia.

Pesawat telepon super canggih ini memang belum punya nama resmi, tetapi memiliki nama kode : Black Magic !

Sunday, February 22, 2009

Lelucon Dari Jalanan

Majemuk. Pakar psikologi dari Universitas Harvard, Howard Gardner, memiliki tesis mengenai kecerdasan majemuk pada setiap orang. Kalau selama ini kita mengenal IQ, indeks kecerdasan yang diperoleh dari pengukuran kemampuan orang dalam bidang matematika dan bahasa, Gardner menjajar ada delapan jenis kecerdasan

Selain matematika dan bahasa, juga terdapat kecerdasan personal (memahami diri sendiri), interpersonal (memahami orang lain), kinestesia (olah tubuh), visual-spatial (pemahaman terhadap ruang dan bentuk), musikal, dan natural (memahami alam). Semua kecerdasan itu terdapat dalam diri seseorang, yang berbeda hanyalah kadar masing-masing.

Kaidah dari Howard Gardner itu berkelebat di benak, ketika mengamati pelbagai papan iklan yang bertebaran di pinggir jalan. Saya telah memotretnya, dan siap mendiskusikannya dengan Anda. Saya tunggu komentar Anda.


Promosi cewek ?. Di sebuah toserba di Wonogiri terdapat salon kecantikan yang nampaknya juga merangkap sebagai agen model disamping kegiatan lain sejenisnya. Silakan simak papan namanya di atas. Yang saya herankan, apa kira-kira yang mereka maksud dengan kegiatan female promotion itu ? Untuk apa mereka dipromosikan ?



Bedil dingin. Foto ini saya ambil di Karanganyar. Mungkinkah pembeli sesudah makan soto kwali atau kare, mereka boleh meminum bedil campur es ? Atau es kelapa muda ?


It’s a long way to go. Pijat kini menjadi kebutuhan banyak orang. Karena tuntutan kerja keras, mengakibatkan kecapekan (kesel dalam bahasa Jawa), membuat orang ingin relaks dan menyegarkan tubuh dengan pijat. Panti pijat pun marak, termasuk yang diiklankan di Sukorejo, Wonogiri di atas. Saya usulkan papan penunjuk arah itu bisa dibuat lebih kreatif : “Pijat untuk menyembuhkan rasa capek. Anda harus berjalan kaki 25 km lagi.”


Kecerdasan visual-spatial. Mungkin pemilik warung ini sedang menjajakan jenis sop kreasi baru. Sop buntet ? Sop buntit ? Sop buntat ? Sop buntot ? Karena belum terlatih dalam hal kecerdasan visual spatial, jadilah muncul kreasi masakan baru ini ?


Lebih bergengsi Warung di depan GOR Wonogiri ini tampilannya sederhana. Tetapi ketika mempromosikan barang dagangannya, tidaklah sederhana. Mereka menjajakan es dengan bahan jeruk, dari Inggris kah ?

Anda punya pendapat ? Saya tunggu.

(BH)

Tuesday, February 3, 2009

Barack Obama dan Capres Kita

Capres Kita vs Obama. Sukses Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat ke-44 ditunjang pemanfaatan sarana teknologi komunikasi dan informasi (TKI) yang cerdas dalam kampanyenya. Intinya, sarana TKI ia gunakan untuk mendengar, menyerap aspirasi konstituen, dan lalu mensosialisasikannya sebagai isu bersama. Meminjam kata-kata Bung Karno, Obama sukses sebagai penyambung lidah rakyat.

Nama dan prestasi anak kulit hitam yang pernah bersekolah di Menteng itu kini menjadi inspirasi banyak orang. Termasuk para calon presiden kita. Utamanya mereka yang berlatar belakang militer. Tunggu saja, sebentar lagi iklan-iklan mereka di televisi akan riuh dengan slogan-slogan yang mengkait-kaitkan posisi mereka dengan Barack Obama :

Barak SBY : Menanti dengan sangat pujian rakyat karena berhasil menurunkan harga BBM. Barak Wiranto : Di sini rakyat dijamin tidak dijamu makan nasi aking. Barak Prabowo : Siap menampung aspirasi buruh tani, mantan korban penculikan dan aktivis hak asasi manusia. Barak Sutiyoso : Merindukan pinangan partai-partai politik, baik partai besar atau partai kecil.

Para capres yang bukan berlatar belakang militer memiliki isi slogan yang sama : SBY, Wiranto, Prabowo dan Sutiyoso, kembali saja ke barak. Dan terus saja tinggal di sana !

Kampanye Anti Korupsi A la SBY

Like father, like son. Di Hari Anti Korupsi Sedunia, 9 Desember 2008, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat beriklan (Kompas, 9/12/2008). Taglinenya : “Katakan Tidak ! Pada Korupsi.” Mungkin untuk menegaskan kuatnya komitmen SBY yang juga presiden kita itu, anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono juga ikut sebagai bintang iklan. Iklan itu, hmmm, pasti akan jauh lebih menghebohkan bila besan SBY, Aulia Pohan, sengaja ikut sebagai bintang iklan kampanye anti korupsi itu.

Relevankah anak SBY sebagai bintang iklan untuk berkata “Tidak !” pada korupsi ? Ia pernah dikenalkan SBY sebagai pengangguran. Kini baru berstatus sebagai caleg Partai Demokrat. Pekerjaan tidak ada, jabatan pun juga tidak punya, lalu apa yang bisa ia korupsi ? Kloplah bila ia berani berkata “Tidak !” untuk korupsi.

Dirinya dan sosok lain, Puan Maharani sebagai misal, merupakan warga Indonesia yang beruntung. Bila mereka terpilih dalam Pileg 2009 nanti, status penganggurannya bisa terhapus. Bukan berita jelek. Di tengah krisis ekonomi global dan badai PHK dimana-mana saat ini, masih terdapat lowongan pekerjaan bergengsi dan elitis untuk mereka. Tetapi, jujur saja, siapa dulu dong bapaknya ? Siapa dulu dong ibunya ? (BH).

Friday, June 22, 2007

Komedi Solo vs Keroyokan !

Photobucket - Video and Image Hosting

Gerombolan Tanpa Otak. Orang Indonesia suka gotong-royong. Korupsi pun secara gotong royong. Keroyokan. Gerombolan. Berjamaah. Malcolm Gladwell dalam bukunya The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference (2000) mengajukan tesis bahwa semakin banyak orang mengetahui suatu insiden maka semakin tidak pedulilah mereka terhadapnya. Definisi yang hampir sama menyebut tentang perangai, bahwa gerombolan adalah kelompok yang marah dengan terlalu banyak tangan tetapi tidak ada yang punya otak.




Definisi di atas mungkinkah cocok untuk karakter komedian Indonesia ? Bukankah mereka selalu tampil secara gerombolan ? Sejak jaman lawak Trio Los Gilos (1970-an), Bing Slamet Dkk, Jojon & Jayakarta, Srimulat, Warkop DKI, Bagito, Patrio, sampai kontes calon pelawak di API. Bandingkan dengan Tissa Hami (foto). Ia adalah komedian perempuan AS yang muslimah, keturunan Iran, lulusan Master Hubungan Internasional dan kini bekerja di Universitas Harvard, yang selalu tampil melawak secara sendirian.




Sahabat jenaka, tunjukkan analisis cerda Anda, sokur-sokur bila jenaka pula, mengenai fenomena kuatnya sense of gerombolan pada pelaku dunia komedi Indonesia. Juga, mengapa mereka belum ada yang berani terbang solo seperti halnya Tissa Hami ? Saya tunggu ! (BH/13/5/2007).




OPINI MENARIK YANG MASUK :


Pro Adhiey : “Istilah "hafalan" sptnya negatif ya ? Di panggung tak bs hanya hafalan tok, krn ada "chemistry" antara komedian & audiens.” (BH, 2007-06-08 2:17 AM).


“Melawak solo, jika hanya sebatas hafalan menurut saya kurang bagus.harusnya lebih interaktif dan reaktif. utamanya dalam live performance (adhiey, 2007-06-05 9:04 AM).

Pro Doris : “Setuju ttg Miing, Taufik Savalas ; tetapi mereka belum terbuka "cakrawala"-nya, ignorant, atau memilih "begitu saja cukup" alias mandeg. Setuju ga ? (BH, 2007-06-05 2:02 AM).

Pro Doris : “Komedian solo menonjolkan keuinikan tiap individu,sementara komedian keroyokan cenderung "seragam" kayak industri, kurang manusiawi.” (BH, 2007-06-05 1:57 AM).

“Saya pikir, Miing Bagito, Taufik Savalas bs jd pelawak solo yg top, juga Gusdur”. (Doris, 2007-05-30 11:32 AM).

“Sy gak peduli, mau solo atau keroyokan, yg penting lucu, orisinil, gak diulang2, abadi”. (Doris, 2007-05-30 11:21 AM).

“Ha...ha,... lawakan indonesia sudah cukup bagus kok.” (Dani, 2007-05-28 9:03 AM).

Pro GM : “Lawak monolog membosankan ? Mungkin. Tp dengarkan CD-nya Ahmed Ahmed sd Azhar Usman. Contohnya pernah sy tulis di blog ini lho.” (BH, 2007-05-26 2:25 AM )


Pro ADI : “Kursus pelawak ? Blog ini kan jg kursus gratis kan ? Sbg "appetizer" dan doakan moga ada dorongan lbh positif. Ada usul dr yang lain ? Thanks.” (BH, 2007-05-26 1:56 AM)

Pro GM : “Bab ide kursus lawak dari LN, sy pernah kirim surat ke PASKI/Indro. Tak ada balasan. Ya begitulah. Maklum kan ?” (BH, 2007-05-26 1:51 AM)

“Melawak solo resikonya besar, kalo disomasi menteri, KPI, FPI, ormas...ditanggung sendiri.” (Risca, 2007-05-25 1:27 PM).

“Pengin ada pelawak kayak Tissa Hami, spt berharap ada pemain PSSI sekaliber Christiano Ronaldo. “(Risca, 2007-05-25 1:23 PM).

“Kalo nglawak gerombolan, yang gak lucu juga kebagian rezeki.” (ADI, 2007-05-25 11:09 AM).

“Pelawak kita sebenernya lucu-lucu, kalau kita melihatnya sambil tertidur pulas.” (ADI, 2007-05-25 10:59 AM).

“Mas BH bikiin kursus kreatif komedi dong. Pasti banyak yang ikut. Syukur-syukur selain banyak, ayam dan angsa juga mau ikut. He, he, he,...” (ADI, 2007-05-25 10:57 AM).

“Usul agar pelawak solo dunia mau memberikan kursus singkat atau pelatihan dasar dan pencarian ide melawak di Indonesia.” (GM, 2007-05-25 8:49 AM).

“Selalu kembali ke miskinnya kemampuan menggali ide..dan juga damn rating TV. Mungkin di AS, ide bs banyak krn lbh bebas berekspresi.” (GM, 2007-05-25 8:46 AM).

“Lawak monolog bakal membosankan. La wong yg keroyokanpun masih perlu bintang tamu sebagai pemanis.” (GM, 2007-05-25 8:28 AM).

Dear Abdul : “Gepeng juga di Srimulat.Ttp sisanya dan sebagian besoooaar, tetap saja "gotong royong" bukan ?” (BH, 2007-05-25 2:48 AM ).

Utk Joko : “Komedi solo bisa meledek diri sendiri, self-deprecating. Itu momen mengharukan yg butuh mental baja, ttp komedian kita tdk bernyali !” (BH, 2007-05-25 2:35 AM ).

“Budaya meniru masih kental di mindset PELAWAK kita. Meniru sukses PELAWAK terdahulu yg mengandalkan keroyokan.” (BeWe, 2007-05-25 1:11 AM).

“Siapa bilang...!! Komedi lenong biasa dibuka dg monolog yg lucu. Juga para dalang kita...goro2nya sangat di tunggu2.” (Abdul, 2007-05-24 1:27 PM).

“Sebenarnya Tukul maupun Komeng bisa solo, tp mereka masih butuh pasangan utk meledek dan diledekin.” (Joko, 2007-05-24 1:19 PM).

“Kalo sendirian siapa yang jadi Ndoro dan siapa gedibal-nya (Hidup Srimulat !!)” (Risca, 2007-05-24 1:16 PM).

Lha bareng2 aja sering kehabisan ide apalagi kalo sendiri. (Atoen, 2007-05-24 1:15 ). PM

“Ibarat grup musik, ada personel dg msg2 alat. Juga grup lawak ;ada yg sok pinter, pemancing & yg goblok (pesakitan), Three Stooges panutannya khan.” (Bay, 2007-05-15 3:45 AM).

“Anak Indonesia tidak pernah dididik untuk menjadi pribadi mandiri. Rasa PD-nya rendah. Sulit bertanggung jawab.Mk suka keroyokan, spt pelawak2 kita!” (Denny, 2007-05-15 2:34 AM).


tfb