Sunday, March 21, 2010

Rieke, Heimlich Manuever dan Pelecehan Seksual



Pelecehan seksual di alami Rieke Diah Pitaloka. Anggota Komisi IX DPR itu mendapatkan pelecehan seksual dari seorang dokter saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Labuang Baji, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (8/3/2010).

Usai pertemuan mereka foto bersama. "Tapi usai foto bersama, tiba-tiba ada seorang dokter memeluk saya dari belakang. Saya marah dan berontak," ungkap Rieke.

Dokter bernama Rasyidin bukannya meminta maaf malah mengulangi perbuatannya. Bahkan kali ini lebih parah. Dokter itu malah berusaha mencium Rieke. "Saya marah, tapi dia malah bilang Anda kan publik figur," ungkap Rieke.

Dokter rabun. Mungkin saat itu ia mengira Rieke tersedak kue, maka nalurinya untuk menolong muncul dengan melakukan apa yang lajim disebut sebagai Heimlich maneuver, memeluk pasien dari belakang. Untuk menolong Rieke yang tersedak.

Celakanya, dorongan hasrat ini bukan lahir dari buah pikir kepalanya atau buah niat luhur dari hatinya. Tetapi muncrat meledak dari buah selangkangannya ! (BH).

Wednesday, December 30, 2009

SBY 2009 : The Noble Whiner

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


kaos sby 2009,the noble whinner

Gagal Nobel. Anda masih ingat, di tahun 2006 tatkala SBY ikut dinominasikan sebagai pemenang Hadiah Nobel Perdamaian ? Pemenangnya saat itu ternyata adalah Grameen Bank dan pendirinya Muhammad Yunus, yang berasal dari Bangladesh.

Di tahun 2009, SBY pantas memperoleh hadiah yang lain.

Sesudah menang telak dalam Pilpres 2009, ia nampak harus segera mengakhiri bulan madunya karena terus diamuk dan digempur dengan rentetan masalah besar. Prof. Tjipta Lesmana menyebutkan, ibarat petinju, SBY hanya bisa berupaya untuk bertahan agar tidak roboh pada ronde pertama !

Hantaman itu, misalnya kasus kriminalisasi Ketua KPK Bibid Samad Rianto dan Chandra Hamzah, Anggodo yang menyebut-nyebut nama dia dalam rekaman KPK, lalu kasus panas Bank Century yang semakin menghangat, sampai penerbitan buku menghebohkan, Membongkar Gurita Cikeas-nya George Junus Aditjondro.


Noble whiner. Kita dan media mencatat, sejak saat itu SBY suka mengeluh dan merengek, to whine di mana-mana. Kecuali mungkin saat ia berada di Copenhagen.

SBY selalu bicara dirinya merasa sebagai korban fitnah. Bukannya ia tegar, memberikan jawaban yang rasional, perilaku yang ia pilih justru mengeluh kemana-mana.

Untuk mengabadikan momen itu, untuk menutup tahun 2009 saya berencana meluncurkan kaos : “SBY 2009 : The Noble Whiner.” Untuk mendokumentasikan fenomena betapa SBY di tahun 2009 ini (juga di tahun 2010 mendatang ?) merupakan sosok penguasa, nobleman, yang getol mengeluh dan merengek kemana-mana.

Anda dapat bebas menggunakan slogan di atas, baik dalam kaos Anda atau situs blog Anda. Untuk Anda yang berminat membuat kaos bersama-sama saya, silakan kontak :

kisahkaos (at) gmail.com
cc : humorliner (at) yahoo.com.

Terima kasih.

Tuesday, December 8, 2009

SBY,Paranoid 9 Desember 2009 dan Singa

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Pemelihara hantu. Kasihan, SBY. Di dunia yang berubah dan rakyat semakin cerdas, ia tak lagi sebebas Soeharto saat meluncurkan mantra-mantra sakti untuk menghantam lawan-lawan politiknya.

Jaman dulu, tudingan Soeharto bahwa sesuatu gerakan terindikasi berbau komunis, maka segera lumpuhlah gerakan yang dimaksud. Pemunculan hantu-hantu semacam itu, walau juga belum surut, kini sudah tak mempan lagi.

Mantra tentang ancaman penumpang gelap yang memicu huru-hara, seperti diluncurkan orang dekat SBY, Andi Mallarangeng, ketika merujuk gerakan moral memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2009, sudah tak punya strum lagi. Karena publik juga belum mudah lupa SBY punya kata.

Bom meledak di Kuningan, 17/7/2009. SBY langsung tampil. Ia mengatakan bahwa hal itu terkait gerakan untuk menghalangi dirinya dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan kedua. Ia bercerita, akan ada gerakan massa menduduki Kantor KPU. Hal itu akhirnya juga tidak terbukti.

Paranoid. Pernyataan dirinya itu mengingatkan kisah tentang seseorang yang sedang menebarkan garam di depan dan sekitar rumahnya.

Tetangganya heran dan bertanya tentang aksi aneh tersebut. “Garam-garam itu akan menghalangi singa-singa untuk masuk ke rumahku,” kata si penabur garam dengan yakin.

Tetangganya menyahut : “Tindakanmu itu muskil. Singa-singa itu hanya ada di Afrika. Jaraknya ratusan ribu kilometer dari sini. Singa-singa itu bakal tidak akan pernah memasuki rumahmu ini !”

Si penabur garam menjawab tenang. “Nah, apa aku bilang. Garam-garam itu sangat sakti, bukan ?”

Indonesia bergerak. Pernyataan-pernyataan SBY semacam di atas semain mudah memicu bangsa Indonesia untuk bergerak. Bergerak untuk semakin tidak mempercayai dirinya.

Kita akan mudah teringat akan dongeng tentang ulah seorang gembala yang jahil. Untuk memicu sensasi, suatu sore ia berteriak-teriak kepada warga kampungnya bahwa ada harimau sedang memakan ternak gembalaannya. Ketika warga kampungnya itu berdatangan, ia hanya tertawa-tawa. Harimau itu memang tidak ada.

Suatu hari, ia melakukan hal itu lagi. Kembali warga kampung berdatangan. Si penggembala itu kembali tertawa-tawa. Pada kejadian yang ketiga, saat ia berteriak meminta tolong karena ada harimau, warga kampung sudah tidak menggubris teriakannya lagi. Walau kali ini harimau itu benar-benar ada. Dan bahkan juga menerkam diri si penggembala itu pula !

tfb

Thursday, October 29, 2009

Koruptor, Bunglon, BreakBerry

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Peranti sakti. Dalam acara The Oprah Winfrey Show yang disiarkan 22 September 2006, pemirsa menanyakan kepada Oprah Winfrey apa saja isi dompetnya. Salah satu benda yang diambil Oprah dari dompetnya adalah telepon BlackBerry dan charger-nya.

Di Indonesia, konon telepon genggam canggih buatan Research In Motion (RIM) asal Kanada itu kini disaingi jenis lainnya, dikenal sebagai BreakBerry. Telepon pintar satu ini sangat diminati para koruptor kelas kakap dan penegak hukum culas di Indonesia. Pabriknya ada di Cayman Island.

Gadget ini dilengkapi sensor peka yang mampu memberitahu pemiliknya bila ada fasilitas komunikasinya disadap KPK. Bahkan peranti lunaknya berbasis fuzzy logic, disebut CunningLogic 3.0., segera mampu merancang serangan balik terhadap aksi penyadapan. Berupa beragam alternatif balasan.

Misalnya memunculkan ide melibatkan perempuan cantik, merancang trik suatu aksi pembunuhan, merekayasa beragam tuduhan a la bunglon yang mampu berubah-ubah, mencatut nama presiden, upaya mengkriminalisasikan para penegak hukum yang bertugas pada lembaga yang memerangi korupsi itu.

Penghilang undang-undang. Ada juga seri khusus BreakBerry lainnya. Telepon genggam ini dilengkapi piranti lunak untuk mem-back up kepentingan industriawan rokok di Indonesia. Peranti itu telah mampu mencetuskan ide sehingga pasal undang-undang yang isinya mengancam kelangsungan industri rokok menjadi hilang sebelum disahkan oleh presiden.[BH].

Wonogiri, 29/10/2009

tfb

Thursday, September 17, 2009

KPK, Polisi dan Goyang Buaya

Oleh : Bambang Haryanto
Email: humorliner (at) yahoo.com



Pembegal. Encyclopedia Britanica 2004 menyebut buaya air tawar yang hidup di Asia dengan nama mugger. Artinya, ya buaya juga. Tetapi dalam bahasa pasaran, slang, bisa pula diartikan sebagai pembegal atau perampok.

Kata buaya kini lagi naik daun. Utamanya ketika mencuat kontroversi perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Polri. Seorang pejabat tinggi Polri menyebut KPK sebagai “cicak” dan institusinya sendiri sebagai “buaya” sebagai perbandingan bila antarkeduanya terjadi pertarungan.

Perbandingan unik itu semestinya mampu menggelitik nalar jahil komedian. Sayang, lelucon politik masih merupakan ranah yang mungkin karena kuatnya cengkaman rasa takut dari sisa-sisa masa represif Orde Baru, tidak terampil mengolahnya atau karena alergi, membuat lahan subur olah kreativitas komedi itu justru dijauhi para pelaku dunia komedi kita.

Kembali ke cicak versus buaya. Bagaimana kalau keduanya tidak dipertarungkan, tetapi jutru didamaikan, dan dipersilangkan ? Konsekuensinya : 1. Puluhan ribu asrama Polri dan rumah anggota Polri terancam roboh ketika dinding atau plafon rumahnya dirambati oleh banyak buaya. 2. Muncul lagu anak-anak baru dengan lirik, “Buaya-buaya di dinding, diam-diam merayap/Ngumpet pejabat korup, bisakah kau tangkap ?”, 3. Lagu lamanya Elton John era 70-an, Crocodile Rock, goyang buaya, menjadi hit kembali.

Kita salut terhadap aksi “goyang buaya” yang mencuatkan prestasi dengan tewasnya gembong teroris Noordin M Top di Mojosongo, Solo.

Tetapi untuk goyang yang dikuatirkan mampu mengakibatkan teramputasinya krida aksi pemberantasan korupsi di Indonesia, kita menjadi sangat prihatin.

Bahasa pasaran untuk buaya segera berparade di depan mata. (BH).

Sunday, August 2, 2009

Twitter Konyol dan Jenaka Ala Hoekstra

pete hoekstra,twitter konyol

“Saya memencet jerawat di pipi kiri. Saya jadi bisa merasakan saat foto SBY dijadikan latihan menembak teroris.”

“Saat menyeterika, tanganku tersentuh besi panasnya. Aku jadi tahu rasanya menjadi korban bom teroris laknat di Kuningan itu.”

“Temanku curang saat main kartu. Aku jadi tahu mengapa Mega-Prabowo dan JK-Wiranto ngotot menggugat keabsahan Pilpres yang lalu.”

“Kerikil memasuki sepatuku yang bolong solnya. Aku jadi tahu perasaan SBY hari-hari ini terkait sengketa hasil Pemilu.”


Politik dan Twitter. John McCain (73) tertawa. Dalam acara State of Union di CNN (2/8/2009) ia diwawancarai oleh John King tentang perpolitikan di AS. Di bagian terakhir ia ditanya tentang akun Twitternya yang memiliki 1,1 juta pengikut. Kata mantan capres Partai Republik dalam Pilpres 2008 itu bahwa Twitter merupakan sarana yang hebat untuk berkomunikasi.

Saking hebatnya Twitter, di AS kini muncul istilah sindrom TMT. Too Much Twitter.. Sindrom ini bulan Juni lalu makan korban, yaitu Pete Hoekstra, senator Partai Republik dari Michigan.

Ia menulis pesan Twitter (foto) bahwa gerakan aktivis proreformasi di Iran yang gencar mengirimkan pesan-pesan Twitter ke seluruh dunia terkait Pilpres yang bermasalah ia klaim sama dengan apa yang dilakukan anggota Konggres dari Partai Republik yang berhasil menunda sidang tentang energi sampai Agustus ini.

Pesan idiotik Pete Hoekstra ini segera menjadi bulan-bulanan pengguna Twitter di Amerika Serikat. Istilah “To Hoekstra” kini memiliki definisi tersendiri, sebagai “rengekan yang menggunakan bahasa perbandingan dan keagungan yang berlebih-lebihan.”

Rumus komedi. Definisi terkait dengan pernyataan secara berlebihan itu identik dengan salah satu kiat mengkreasi lawakan. Materi lawakan memang harus dibuat berlebihan bila ingin memicu ledakan tawa. Simaklah contoh-contoh pesan Twitter yang memakai rumus model Pete Hoekstra tersebut dengan mengklik disini.

Anda segera tahu pula bahwa pesan-pesan jenaka itu juga memakai rumus universal dalam mengkreasi lawakan. Karena terdiri dari set up, jebakan, dan disusul dengan punchline, tonjokan, untuk mengundang tawa. Tergiur dengan lawakan Twitter model Pete Hoekstra itu, di atas saya telah menulis beberapa untuk Anda.

Apabila Anda ingin berteman dalam Twitter, dan mengikuti lelucon model Hoekstra, silakan klik saja disinji.

Terima kasih.

Friday, July 10, 2009

Facebook dan Pilpres 2009

Status berubah. Presiden SBY unggul. Wakil presidennya, Jusuf Kalla, kalah. Tetapi keduanya berkomitmen untuk terus bekerjasama memerintah sampai Oktober 2009 mendatang. Efektifkah ?

Dalam bahasa Facebook status mereka semula “In relationship.”
Lalu berubah jadi “Complicated.”


Aliran fans. Radio BBC (9/7/2009) menyebutkan kepribadian SBY yang santun sebagai salah satu faktor yang memenangkan dirinya dalam Pilpres 2009. Ia nampaknya terus mempertahankan karakter itu. Dengan metode silent revolution ia mengajak fans Facebooknya untuk menjadi fans Mega dan JK yang kalah. Untuk memberi penghormatan dan penghiburan kepada keduanya.

Kebaikan berbalas. Pendukung Mega dan JK kemudian juga mengalir menjadi fans baru SBY. Mereka itu figur-figur yang ingin memperoleh kursi di kabinet SBY mendatang.


Fatwa ulama. Kekalahan kubu Mega-Prabowo konon dikabarkan akibat jebloknya akun Facebook mereka. Gara-gara fatwa ulama bahwa Facebook haram sebagai sarana komunikasi lawan jenis yang bukan muhrimnya, maka Hj. Megawati dan H. Prabowo Subianto terputus komunikasinya melalui media sosial itu pula (BH).